Mandailing Natal,Prioritas.co.id – Dalam melaksanakan aktivitas pemanfaatan panas bumi, dilakukan melalui pengelolaan sumber energi panas yang terkandung dalam batuan panas bumi dari aliran uap air panas, mineral dan gas yang tidak terkondensasi/non-condensable gases (NCG) serta ikutan lainnya yang secara alami tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem panas bumi.
Perusahaan panasbumi PT Sorik Marapi Geothermal Power (SMGP) selalu mengedepankan aspek Kesehatan dan Keselamatan Tenaga Kerja, Masyarakat dan Lingkungan Hidup dalam aktifitas operasionalnya. Komitmen PT SMGP tersebut telah dibuktikan, salah satunya melaksanakan kegiatan antisipatif berupa sosialisasi dan pemaparan mengenai mitigasi terhadap risiko gas H2S yang dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2022 yang lalu di Aula Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal.
Dari keterangan pers yang diterima wartawan dijelaskan bahwa gas H2S dapat berasal baik dari aktivitas alami di sekitar manifestasi gunung berapi maupun aktivitas kegiatan pemanfaatan panas bumi. Sosialisasi ini dilakukan sebagai upaya meminimalisir dampak dari H2S terhadap masyarakat yang tinggal di daerah sekitar gunung berapi.
Kegiatan yang didukung oleh civitas akademika dari Universitas Indonesia, Fakultas Kesehatan Masyarakat, di antaranya; Dr. dr. Zulkifli Djunaidi, M.App.Sc., kemudian Dr. Budi Hartono, MKM. dan Peddy Citra Nesa, ST. ini merupakan bukti upaya PT SMGP untuk benar benar memberikan penjelasan secara objektif dan berdasarkan studi ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan.
Hadir pada kegiatan ini Camat Puncak Sorik Marapi, Bapak Kades dan perwakilan masyarakat dari sekitar area operasi SMGP yaitu Desa Sibanggor Tonga dan Desa Sibanggor Julu.
“Kiranya kegiatan seperti ini dapat rutin dilaksanakan sehingga masyarakat paham bagaimana memitigasi bahaya H2S dan dapat tetap merasa nyaman dan tenang terutama untuk anak anak kami agar nyaman dan aman,” ujar ibu Fitri, salah seorang perwakilan warga. (Putra/Rel)