Sinabung Kembali Meletus, Luncurkan Awan Panas Setinggi 5000 Meter

0
161
Luncuruan awan panas dari letusan gunung Sinabung di Tanah Karo Sumatra Utara.

Prioritas.co.id, Berastagi – Gunung sianabung kembali meletus dengan tinggi kolom mecapai 5000 meter dan amp 120 mm dengan kelamaan gempa selama 607 detik. Jarak luncur sektoral selatan-tenggara hingga 4900 meter dan sektoral Tenggara-Timur 3900 meter dan anging lemah ke barat selatan. Senin (19/02) pukul 08:45 wib

Letusan tersebut hingga membuat ketebalan kabut mencapai 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 50-300 m di atas puncak kawah. Letusan dengan tinggi 5000 m dan warna asap kelabu, mengeluarkan awan panas letusan dengan jarak luncur 4900 m mengarah ke selatan dan guguran dengan jarak luncur 1000-1500 m mengarah ke tenggara secara Visual tertutup abu.

Menurut data dan informasi yang di terima dari Badan Geologi PVMBG di pos pengamatan bahwa gunung Sinabung letusannya mengalami kegempaan dengan Jumlah : 1, Amplitudo : 120 mm, Durasi : 607 detik dan mengeluarkan awan panas Letusan
Berjumlah : 1, Amplitudo : 120 mm, Durasi : 607 detikm
Sedangkan Awan Panas di sertai Guguran dengan jumlah : 10, Amplitudo : 120 mm, Durasi : 195-792 detik.Guguran
Dengan jumlah : 14, Amplitudo : 10-120 mm, Durasi : 30-382 detik dengan Hembusan
berjumlah : 5, Amplitudo : 120 mm, Durasi : 18-69 detik).Low Frekuensi
Berjumlah : 1, Amplitudo : 20 mm, Durasi : 23 detik.Vulkanik Dalam
Berjumlah : 5, Amplitudo : 19-100 mm, S-P : 1.1-3.5 detik, Durasi : 7-20 detik.

KESDM Badan geologi PVMBG pos pegamatan Gunung Sinabung menaikan tingkat letusan gunung sinabung berada di tingkat aktivitas di Level IV (Awas) dan menghimbau kepada masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor selatan-tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor tenggara-timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor utara-timur G. Sinabung. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sekitar hilir daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

BPBD Kabupaten Tanah Karo segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar/banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

Sumber: KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung.