Pelatihan Pemantapan Aplikasi Desa Nabung Saham DNS Lampung di Desa Sido Rejo

0
166

prioritas.co.id, Lampung Selatan – Kelas Analisis Teknikal Pembahasan Pemantapan Aplikasi dan Menentukan titik Support dan Resisten, di Galeri Investasi Desa Sidorejo Kecamatan Sidomulyo lampung Selatan. Hari jumat 23 Nopember 2019.

Di Hadir oleh Khoirul selaku pelatihan kelas pemantapan Aplikasi Desa Nabung Saham (DNS) Lampung ,yang di hadiriĀ  anggota nabung saham dan tamu undangan yang hadir dari kalangan petani, nelayan, pedagang, pelajar yang tinggal di lampung selatan. Dan para anggotapun antusias menghadiri pelatihan tersebut karena ilmu nya sangat bermanfaat untuk kedepan karena kita sudah hidup di jaman digital.

“Kewajiban kita adalah membeli satu lot adalah seratus lembar saham dari 600 perusahaan contohnya perusahaan BRI, BNI yang tersebar di suluruh Indonesia keuntungan itu akan di bagikan di akhir tahun atau dividen pemengang saham warung atau pembuka tokoh, kita belum dengar perusahaan yang bangkrut, investasi jangka pendek, investasi menengah dan investasi jangka panjang, contoh nta pwrusahaan BRI, BNI, BCA, perusahaan Univer, Indofood,”pemaparan Khoirul saat menjelaskan pemantapan aplikasi.

Anggota Nabung saham yang antusias ada salah satu ibu yang enggan namanya di sebutkan sangat antusias mengikuti dan pelatihanĀ  tersebut.

.

“Sesama anggota saling bertanya kepada anggota nabung saham yang berada di ruangan galeri investasi karena sama-sama masih belajar untuk memahami Aplikasi tersebut, “ujar Ibu angota nabung saham.

Mengapa kita harus nabung saham :

* Saham di pasar modal ,wahana investasi yang
diawasi OJK dan dilindungi oleh pemerintahan

* Saham mudah ditransaksikan melalui smart phone

Tidak ada kewajiban rutin perbulan

Saham sangat aman karena tersimpan di rekening
atas nama sendiri

Saham dapat di wariskan

Harga saham sangat terjangkau
( Di mulai Rp 50,- /perlembar dan bisa menabung mulai Rp 100.000 )

Salah satu program pemerintah

YUK nabung saham

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) memproyeksi peningkatan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) menjadi Rp 5 triliun tahun ini, naik dari Rp 3 triliun estimasi perolehan pada 2018.

Dalam riset yang dibuat Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) menyebutkan EBITDA ini didorong kenaikan penjualan nickel dan feronikel di tahun ini dibandingkan dengan tahun lalu.

Riset KISI menyebutkan, pada 2019 penjualan nikel akan naik menjadi 8 juta ton dari 6,3 juta ton pada 2018 dan feronikel diperkirakan akan meningkat menjadi 30.280 ton, naik 10% year on year (YoY).

Selain itu, penjualan bauksit juga akan dinaikkan menjadi 3,2 juta ton di tahun ini, naik signifikan dari penjualan tahun lalu yang hanya mencapai 850 ribu ton saja.

“Pabrik baru feronikel akan mulai beroperasi pada semester kedua 2019, dan akan meningkatkan kapasitas produksi tahun ini sebesar 5 ribu ton dari sebelumnya 27 ribu ton,” tulis Riset KISI, dikutip CNBC Indonesia, Kamis (21/2) kemaren di Jakarta.

Sentimen positif lainnya adalah rencana akuisisi PT Vale Indonesia Tbk (INCO) oleh induk usahanya, PT Inalum (Persero) melalui Antam. Meski demikian, belum ada mandat dari pemerintah kepada Antam untuk melakukan akuisisi tersebut. (adri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here