Pekon Sukamulya Brantas Nyamuk DBD

0
243

Prioritas.co.id.Pringsewu – Antisipasi adanya nyamuk Aedes Aegypti penyebab adanya demam berdarah dengue (DBD), puluhan Warga Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Pringsewu, melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Mulai di lingkungan perkantoran hingga sejumlah rumah rumah penduduk setempat, Pasalnya, permasalahan DBD sangat kompleks yang menyangkut berbagai aspek sehingga memerlukan penanganan multi sektor baik dari pemerintah kabupaten, kecamatan, hingga pemerintah tingkat Pekon.

Bersih lingkungan, pemberantasan sarang nyamuk secara serentak dan pemberian Abate bersama Camat Banyumas dan jajaran, Perangkat pekon, Bhabinkamtibmas, Puskesmas dan seluruh masyarakat 12 RT di Pekon Sukamulya Mari sayangi dan jaga keluarga kita jangan sampai terserang penyakit demam berdarah yg sudah memakan korban, dengan cara menguras, mengubur barang bekas, menutup tampungan air dan menabur bubuk Abate pada bak mandi serta menjaga kebersihan lingkungan.

Dikatakan Nova Kurohman Selaku Kepala Pekon Sukamulya, upaya untuk mengurangi jumlah nyamuk,  dengan melakukan pemberantasan jentiknya. Karena fogging yang selama ini dilakukan tidak bisa membunuh semua nyamuk dewasa yang ada sedangkan satu nyamuk bisa bertelur banyak. Bisa dibayangkan jika kita tidak melakukan pemberantasan sarang nyamuk, maka populasi nyamuk jumlahnya bisa semakin bertambah banyak. Tempat perindukannya/sarang nyamuk aedes aegypti adalah genangan air jernih yang tidak kena tanah (bersinggungan tanah) dimana jumlah sarang nyamuk ini meningkat pada saat musim hujan, “Jelasnya.

Awalnya, warga memeriksa air yang ada di selokan, kemudian mencari jentik nyamuk di sejumlah tempat mulai dari siring-siring yang terisi genangan air, tempat sampah hingga di halaman sekitar rumah. Selanjutnya mereka membersihkan rumput dan mengais sampah yang ada di sekitar jalan pekon.

Setelah itu, warga melakukan pemebersihan sampah di area pemukiman yang dekat berdekatan dengan perkebunan, terutama sampah plastik yang bisa menyebabkan genangan. Kemudian sampah- sampah ini dikubur, untuk menjaga agar nyamuk tidak bisa berkembang biak,”Paparnya.

Sebagai langkah upaya memerangi nyamuk dipekon kami ini, kususnya disekeliling rumah-rumah warga, langkah yang kami lakukan sesuai anjuran program 3M plus yaitu,

menguras dan menyikat dinding tempat penampungan air seperti bak mandi/WC, drum, penampungan air AC, Kulkas dll seminggu sekali, menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti gentong air/tempayan, tempat air suci,tirta, mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, ban bekas, botol bekas.” Tukas Nova Kurohman. (Heru)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here