Mengungkap Puncak Masalah Dugaan Sengketa Lahan di Sei Lekop

0
276
Tampak Lurah bersama instansi terkait plus pihak perusahaan kemarin melakukan pengukuran lahan di daerah lintas jalan baru Sei Lekop turut disaksikan masyarakat setempat kemarin.

 

Bintan, Prioritas.co.id – Pada beberapa Minggu yang lalu, Ada warga dari Kelurahan Sei Lekop memberikan informasi tentang pemasangan plang atas nama PT Bintan Prophertindo/Expasindo dekat lahan yang berlokasi di Kecamatan Bintan Timur (Bintim) Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (05/10/2022).

Keterangan yang didapat awak media kemarin bahwa plang tersebut ada dua nama perusahaan tapi tidak dituliskan nomor sertifikatnya. Pada sebelumnya PT Expasindo sendiri sejak tahun 1991 disinyalir tidak pernah lagi muncul hingga kini muncullah nama baru PT Bintan Prophertindo.

Berkenaan dengan hal diatas, Ketua Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (LKPK) Kepri, Kennedy Sihombing lewat rekanan sempat angkat bicara seraya menyatakan perlu dipahami pihak perusahaan pembuatan plang atas nama PT yang tidak jelas dan nomor sertifikat HGB dan Luas menjadi satu bahan pertanyaan di NKRI.

” Lahan inikan yang 112 hektare tadinya berupa alas hak milik PT Expasindo ya yang sudah kita miliki dan bebaskan, Dari Expasindo dialihkan asetnya ini ke PT Bintan Prophertindo. Itu sudah disertifikat dan sudah muncul HGB-nya 2019, Selebihnya telah tahap kedua kita sertifikatkan, ” Ujar Lucky selaku pengacara pihak perusahaan dimaksud saat dijumpai di sekitaran jalan lintas baru belum lama ini.

Masih sambungnya, Tapikan untuk tahap ke dua sertifikasi ada masalah-masalah juga mulai dari penanam ataupun penggarap, Tumpang tindih lahan, Surat ganda. Itu diproses secara hukum saja diselesaikannya, Dulu tanah ini sudah dimiliki dari pembebasan ke pemilik lahan di 1991. Kemudian, 1994 perusahaan grup ada sengketa internal dan kena sita jaminan dari Mahkamah Agung (MA), Bersambung. (Alek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here