Diwarnai Teriakan dan Kemarahan, Dinas Pendidikan Kena Semprot di Rapat Banmus DPRD Babel

0
143
Suasana Rapat Banmus antara DPRD Prov Babel dan Pemerintah Prov Babel di gelar di ruang Banmus DPRD Babel.

Prioritas.co.id, Pangkalpinang – Rapat Banmus antara DPRD Prov Babel dan Pemerintah Prov Babel di gelar di ruang Banmus DPRD Babel berlangsung sangat alot dan di warnai teriakan kemarahan oleh Ketua DPRD dan Wakil DPRD Babel.

Dimana Didit dan Dedi mengamuk dirapat Banmus dikarenakan telah dikangkangi oleh Pemerintah Propinsi Babel selaku (eksekutif), kamis (29/3/18).

Nampak pantauan Awak Media dalam rapat banmus tersebut Gubernur Babel yang di wakili Sekda Yan Megawandi, Asisten 1 Haryoso serta beberapa kepala dinas di Provinsi Babel.

Rapat yang di gelar dari pukul 10;30 Wib itu Provinsi Babel di ruangan Banmus DPRD Babel tersebut banyak membahas kinerja Gubernur Edzaldi yang belum genap berumur satu tahun.

Salah satu Agenda rapat yang membuat Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya,SH.MH sempat naik pitam ketika masuk pembahasan kerja sama di bidang pendidikan antara Dinas Pendidikan Babel dengan pihak kementrian pendidikan Negara Taiwan, dikarenaan jawaban yang di berikan anak buat Erzaldi tidak masuk akal dan berbelit-belit serta tidak dengan kajian Hukum.

Di katakan Didit dengan Nada tinggi kalian tahu dan faham tidak aturannya di UU otonomi Daerah jangankan perjanjian dengan pihak luar Negeri, perjanjian dengan pihak ke-3 pun Anggota Dewan Wajib di ketahui, sudah kami tidak di ajak, hasilnya pun kami dapat dari orang lain melalui pesan whattapp, aneh kan ini melangar Hukum, setelah perjanjian di tandatangi barulah mereka memberitahukan kekementrian.

Menurut Didit lagi, kalau begini ceritanya kita akan hancur semua aturan di langgar, semua yang kalian lakukan inkonstitional, kenapa tidak berembug dulu dengan Biro Hukumnya, kalian mengirimkan pelajar (anak-anak kita) ke Negeri orang yang notabene sampai saat ini Negara kita tidak pernah melakukan hubungan diplomatik dengan Negara Taiwan, anak-anak kita siapa yang mengurusnya disana,”sesal Didit.

Dengan penyataan Didit dan Dedi yang menohok tersebut membuat anak buah Erzaldi menjadi pucat dan tidak bisa berkata apa-apa,sampai sidang di skor untuk isoma ,semua anak buah Erzaldi bergegas kabur meninggalkan ruangan Rapat dan tidak menghiraukan awak media yang mau menggorek keterangan apa yang terjadi di dalam ruang rapat.

Sementara Dedi Yulianto ,SE selaku wakil ketua DPRD Babel di ruang kerja saat isoma, menyatakan pada awak media, kami tentu kecewa semua aturan di langgar, tidak baik rakyat ,terlalu otoriter,boleh jadi raje tapi jangan ngeraje,tentang sumbangan pihak ke-3,penyaluran Jamkrida ke UMKM di Babel,tentang pemberian Ijin Penambangan Rakyat (IPR) terasa aneh wilayah pertambangan rakyat tidak ada tapi sudah keluarkan IPR.

ketika di singgung keseriusan anggota DPRD Babel melakukan impeacmet terhadap Gubernur Erzaldi, atau jangan-jangan hanya wacana saja.

Di tegaskan Dedi Yulinto ,kami sangat serius serta kami sudah memiliki banyak bukti atas pelanggaran yang di lakukan Erzaldi,selain membuat perjanjian kersama dengan Negara Taiwan tanpa di ketahui DPRD juga kami sudah mendatangi dan berkirim surat ke Menteri dalam Negeri terkait keberangkatan Gubernur Babel yang sudah 8 kali ke Luar Negeri, jawaban yang kami peroleh dari kementrian Dalam Negeri bahwasanya Erzaldi sudah 5 kali ada ijin Menteri dalam negeri dengan di biayai anggaran Daerah dan 3 kali ke Luar Negeri tanpa ijin menteri, jadi rakyat bisa melihat siapa Gubernurnya, perjalanan ke luar Negeri yang 3 kali di biayai oleh sponsor artinya apa, diduga ada mauatan-muatan kepentingan kalau di biayai pihak ke-3, masuk ke ranah gratifikasi.

Keseriusan anggota DPRD Babel untuk mengimpeachment sang Gubernur di buktikan sedikitnya sudah belasan anggota DPRD Babel tandatangani guna proses impeachment berjalan lancar,”pungkas Dedi. (sidaknews.com)