Ayah Calon Kepala Pekon Kalisari Wonosobo Tegaskan Anaknya Tidak Depresi

3033
Joko (65) Ayah Kandung Edo saat Mengklarifikasi Kejadian yang Menimpa Anaknya.

Prioritas.co.id, Tanggamus – Joko (65) membantah keras anaknya Edo (34) yang merupakan salah seorang calon kepala pekon, Pekon Kalisari Kecamatan Wonosobo mengalami depresi.

Hal itu diutarakan Joko, dalam hak jawabnya atas pemberitaan media prioritas.co.id berjudul “Diduga Depresi, Calon Kepala Pekon di Wonosobo Coba Bunuh Diri dan Lukai Istrinya,”.

Menurut Joko, memang benar terjadinya peristiwa anaknya (Edo) melukai dirinya sendiri serta istrinya Indah, yang hendak menolongnya, kejadiannya di dalam kamar rumahnya di Pekon Kalisari, Senin (13/1/20) pagi, tetapi bukan karena faktor depresi.

Atas peristiwa tersebut Edo menderita 2 luka tusukan di dada bagian kiri dan Indah menderita 5 tusukan di dada dan 2 luka di tangan, setelah di lakukan penanganan medis di RSUD Batin Mangunang, keduanya di rawat dalam satu ruang perawatan untuk menjalani perawatan guna penyembuhan.

“Kejadian anak saya itu dipastikan bukan depresi karena mencalonkan kepala pekon, namun anak saya saat itu sedang fikiran kosong sehingga muncul bisikan ghaib, dia tidak menyadari saat melukai diri sendiri,” kata Joko dalam hakjawabnya, Selasa (14/1/20) siang.

Joko menjelaskan, terkait pencalonan Edo sebagai calon kepala Pekon Kalisari, pada awalnya anaknya tidak berfikir kearah situ, apalagi mencalonkan diri, namun banyak warga dan pemuda yang datang ke rumahnya meminta supaya Edo bersedia untuk di calonkan sebagai calon kepala pekon.

Itu juga mengingat edo adalah pemuda Milennial Kalisari yang berpotensi dan berpendidikan sarjana serta didukung oleh figur ayahnya yang pernah memimpin Pekon Kalisari selama 2 periode (1999/2004).

“Sebenarnya anak saya belum berfikir kearah situ, apalagi mencalonkan diri, karena banyak warga, sesepuh dan pemuda yang meminta makanya kita akan persiapkan Edo di pencalonan nanti,” jelasnya.

Kesempatan itu ia juga meminta masyarakat untuk tidak menafsirkan bahwa anaknya mengalami depresi karena mencalonkan diri menjadi kepala pekon.

“Kami tegaskan, anak kami tidak depresi dan anak kami Edo diminta mencalonkan diri sehingga tidak memiliki beban apapun,” tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here