Sukses Sidolpin, Penghargaan Inovasi Bahari Award Didapatkan Bupati Ibnu

239

 

Prioritas.co.id, Bali – Inovasi kegiatan Sistem Informasi Daerah Potensial Penangkapan Ikan (Sidolpin) berjalan sukses, Bupati Bangka Tengah (Bateng), H Ibnu Saleh dihadiahi penghargaan “Inovasi Bahari Award” katagori Instansi Pemerintah Terinovatif dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia (RI).

Penghargaan di berikan langsung oleh Kepala Balai riset dan Observasi Laut KKP RI, Dr. I. Nyoman Radiarta, M.Sc kepada Bupati Ibnu, di Jembrana Bali pada Kamis (29/8).

Dihadapan tamu undangan yang hadir, antara lain Bupati Kabupaten Jembrana I Putu Artha S.E., M.M, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Dr. Ir. Aryo Hanggono, DEA, Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), Prof. Ir. R. Sjarief Widjaja, Ph. D, FRINA, Kepala Pusat Riset Kelautan (PUSRISKEL), Drs. Riyanto Basuki, M.Si. Bupati Ibnu berkesempatan memaparkan Inovasi Sidolpin yang dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bateng dalam pelaksanaan kegiatan Observasi kelautan sembari meningkatkan kesejahteraan Nelayan di Bateng.

Cara kerja Sidolpin yang diterapkan Pemkab Bateng, Kata Bupati Ibnu yakni setiap 3 hari sekali pihaknya melalui Dinas Perikanan Bateng mengakses jaringan Satelit melakukan pemetaan titik air laut wilayah Bateng bersuhu hangat dan memiliki perubahan warna air laut.

“Titik air laut yang berubah saat suhu airnya hangat berarti terdapat banyak Plankton yang menjadi sumber makanan ikan-ikan kecil. Disaat ikan kecil ramai berkumpul cari makan, artinya disana juga terdapat banyak ikan besar biasanya memakan ikan kecil sesuai hukum alam,” jelas Bupati Ibnu.

Pihaknya kemudian melakukan Pemetaan, lalu menetapkan titik koordinat yang terdapat banyak ikan tersebut. Selanjutnya titik koordinat di Share ke para Nelayan dan warga melalui media elektronik. Biasanya, para Nelayan ataupun masyarakat umum menyimpan titik koordinat tersebut kedalam GPS masing-masing.

“Kegiatan Update titik koordinat ini rutin dilakukan 3 hari sekali. Setelah Update, kami langsung share melalui grup WhatssApp (WA) beranggotakan para Nelayan dan Websaite Pemkab Bateng. Selain itu, informasi terupdate Sidolpin ini biasanya juha dibantu oleh komunitas-komunitas yang hobi mancing, dan para penyuluh perikanan se Bateng,” kata Bupati Ibnu.

Semenjak adanya Inovasi yang mensejahterahkan Nelayan bernama Sidolpin ini, sedikitnya ada 50 Kelompok Nelayan se Bateng merasa terbantukan.

“Alhamdulillah, adanya Inovasi Sidolpin sekarang, kita dapat membantu mereka mencarikan lokasi penangkapan ikan secara tepat dan arkurat,” ulasnya.

Inovasi Sidolpin juga membantu Nelayan dalam melakukan persiapan berlayar dan menghitung keperluan selama pergi kelaut. Biasanya juga, sebelum pergi ke lautan, para nelayan sudah mengakses titik koordinat yang di tuju terlebih dahulu dari rumah.

“Mereka akan memperhitungkan jarak tempuh, lalu melihat cuaca sekitar daratan dan mempersiapkan banyaknya makanan yang dibawa selama melaut,” ungkap Bupati Ibnu.

Informasi yang di dapat dari para Penyuluh Perikanan se Bateng, Bupati Ibnu mengungkapkan Nelayan Bateng merasa Puas dan Terbantukan karena hasil tangkapanya meningkat. Kata Nelayan, titik koordinat yang di Share memang terdapat banyak ikan.

“Kamipun kedepan akan terus memberikan informasi terupdate melalui Inovasi Sidolpin Bateng,” ungkapnya seraya berharap agar masyarakat Bateng terus mendukung Inovasi Pemkab Bateng ini.

“Terimakasih atas Penghargaan yang diberikan ke kami. Penghargaan ini, kami persembahkan kepada seluruh masyarakat Bateng terutama para Nelayan. Karena tanpa dukungan mereka, mungkin kami tidak akan mendapat penghargaan ‘Inovasi Bahari Award’ ini,” tambahnya.

Kepada Penyuluh Perikanan se Bateng, Bupati Ibnu sempat mengucapkan terimakasih atas kerja kerja kerasnya dalam melakukan Observasi Laut selama ini yang sukses membuat banyak Rumpon (tempat ikan bermain). Melalui aktifitas pembuatan Rumpon dari pelepah kelapa bercampur ban bekas dan objek atau rumah ikan yang dibuat permanen dari semen, Pemkab Bateng selalu memantau perkembangan laut di Bateng dengan jarak 5 mil dari daratan ke laut.

“Alhamdulillah, kami di Bateng jauh sebelum melaksanakan kegiatan Inovasi Sidolpin tahun 2018. Pihak Pemkab Bateng melalui penyuluh Perikanan bersama Kelompok Nelayan membuat banyak Rumpon di laut. Rumpon yang dibuat kemudian koordinatnya kami titik dan disimpan ke dalam GPS. Selama ini pula Nelayan Bateng menangkap ikan di titik koordinat yang telah ada Rumponnya tersebut,” kata Bupati Ibnu panjang lebar.

Bupati Ibnu juga menerangkan bahwa Nelayan Bateng menangkap Ikan masih menggunakan alat tangkap tradisional, yakni pancing, jaring dan bubu.

“Kalau pukat harimau, Nelayan kami di Bateng kompak tidak akan menggunakannya dalam menangkap ikan. Pukat harimau disinyalir dapat merusak perkembangan Biota laut, karena merusak terumbu karang dan menangkap habis ikan termasuk anak ikan kecil,”ulasnya sembari menutup pemaparannya disambut tepuk tangan dari tamu undangan yang hadir.

Pada kesempatan itu, acara di buka oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Sjarief widjaja.

“Hari ini kita saksikan bersama, salah satu bukti nyata perwujudan negara hadir untuk rakyat. Inovasi, riset maupun teknologi yang dihasilkan oleh BRSDM, muaranya untuk kepentingan masyarakat, nelayan, pembudidaya dan pengolah ikan Indonesia,” kata Sjarief.

Lanjutnya, Tantangan bidang riset saat ini adalah bagaimana hasil-hasil riset dapat dirasakan manfaatnya secara langsung bagi stakeholders maupun masyarakat.

“Kita harus semakin kuat dan solid dalam menjalankan seluruh kebijakan serta program Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam bingkai misi kedaulatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan,” ajaknya.

Iapun mengucapkan Selamat kepada pihak-pihak terkait baik intansi Pemerintahan dan stackholder lainnya yang mendapatkan penghargaan ini.

“Penghargaan ini sepantasnya diberikan kepada mereka yang telah berinovasi dalam mensejahterahkan masyarakat,” pungkasnya.

Pada Kegiatan ini badan Riset dan observasi laut (BROL) turut memberikan inovasi bahari award sebagai bentuk apresiasi terhadap stakeholder dengan beberapa kategori. Sementara Pemkab Batengyang dipimpin Bupati Ibnu menerima langsung penghargaan “Inovasi Bahari Award” dalam kategori Instansi Pemerintah terinovatif berkat Sidolpin.

Di akhir acara, turut dilaksanakan Kesepakatan Bersama antara Pemkab Bateng dan Balai Riset & Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan tentang Sinergitas Perencanaan, Pelaksanaan Pembangunan, Pengembangan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Bateng.

Kerjasama ini bertujuan untuk melakukan pelatihan, penelitian, pengembangan dan pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek). Adapun ruang lingkup kesepakatan bersama tersebut meliputi kegiatan, pertama yakni Penyelenggaraan inovasi dan penerapan riset kelautan perikanan.

Kemudian kedua, Peningkatan kapasitas SDM. Lalu ketiga, Pemanfaatan sumber daya kelautan perikanan di Bateng. Terakhir, lain-lain kegiatan yang erat hubungannya dengan sinergitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan riset SDM kelautan perikanan dalam rangka peningkatan perekonomian masyarakat kelautan perikanan di Bateng. (Roni)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here