Salah Satu Warga PSHT Ranting Benjeng Gresik Alami Luka Akibat Dianaya

2179

 

Prioritas.co.id, Gresik РSelasa dini hari sekira jam 12.30 Wib telah terjadi pengeroyokan pada anak berinisial (SRY) berusia 17 th. Di Dusun Medangan, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, salah satu warga silat Persaudaraan Setia Hati (PSHT).

Dilansir dari sejumlah saksi menyebutkan, akibat pengeroyokan, kondisi korban (SRY), mengalami sejumlah luka yang cukup serius diantaranya, di bagaian wajah hingga hampir disekujur tubuh terdapat bekas luka lebam diduga akibat alami tindak kekerasan, “ungkap saksi yang tidak mau disebutkan namanya kepada media ini.

Sementara, motif dari tindak kekerasan pengeroyokan diduga tanpa sebab yang dilakukan oleh anggota kuda kepang Satrio Kencoro, sementara belum diketahui. Beberapa Saksi menyebutkan, Kronologi terjadinya tindak pemukulan, terjadi saat hiburan kuda kepang sedang berlangsung, “ungkap saksi menjelaskan.

Sebelumnya, diketahui, peristiwa kasus penganiayaan dengan motif pengeroyokan yang dilakukan oleh anggota kuda kepang Menatu, ini sudah pernah terjadi Dua (2) kali dialami oleh warga PSHT, dengan kejadian yang sama persis, tanpa alasan yang jelas, korban dikeroyok dipukuli, sehingga, dengan terjadinya tindak kekerasan yang dilakukan oleh pelaku, saat itu mendapat respon negatif oleh semua warga PSHT.

Warga PSHT saat itu sempat marah, dan hampir mendatangi pelaku pengeroyokan tapi, untunglah, kemarahan seluruh anggota masih bisa di cegah oleh pimpinan PSHT Ki Agus Wulur dan pembina PSHT Nur Hudi, pada ahirnya warga PSHT kembali tenang saat itu.

Dilain pihak, Nur Hudi, selaku tokoh masyarakat yang juga mantan Kepala Desa Menatu, pada saat terjadinya peristiwa pengeroyokan, ia meminta anggota PSHT untuk tetap tenang.“kita ini warga negara berlandaskan hukum, kejadian ini mari kita serahkan pada pihak yang berwajib, METATU itu adalah Desa saya, saya selaku Kades tidak ingin warga yang tidak bersalah jadi sasaran kemarahan warga PSHT mari, kita serahkan saja permasalahan ini pada pihak berwenang. “Pinta Nur Hudi.

Kasus pengeroyokan yang dialami salah satu anggota PSHT bernama (SRY) sudah dilaporkan pada pihak Kepolisian Polsek Benjeng, didampingi Purwadi selaku pengacara, korban akan melakukan Visum. “Ujar Pembina PSHT.

“Pengeroyokan ini melanggar pasal 170 KUHP dengar ancaman penjara 5 th 4 bulan, apalagi korban masih di bawah umur ,masa dalam perlindungan anak”, demikian kata pengacara Purwadi.

Warga PSHT sangat menyayangkan tindakan pengeroyokan ini, apalagi di lakukan oleh seni kepang Metatu .kami masih sangat marah, karena saudara kami yang tidak bersalah di hajar habis habisan oleh anggota kepang Metatu andai tidak di cegah Kang Mas Agus Wulur dan Kang mas nur hudi sudah pasti akan saya cari anak yang telah menghajar saudara kami, kami perguruan silat terbesar di indonesia merasa di remehkan dan di injak injak harga diri kami karena sudah 2 kali ini warga kami di hajar dan di keroyok anggota kepang metatu, karena kami masih menghargai pimpinan dan pembina PSHT, kami masih bisa menahan kemarahan. Ujar salah Satu warga PSHT dengan nada marah dan tidak terima perguruan nya di injak injak.

Harapan kami, Polsek Benjeng menangani kasus ini dengan adil dan tegas sesuai hukum yang berlaku. Sehingga tindakan anarkhis dan pengeroyokan tidak terulang lagi dan warga sadar hukum “Pungkas Cak Hudi sebagai Pembina PSHT. (Wj)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here